Tag Archive: Bisnis Lapangan Golf

Usaha Menjanjikan dari Bisnis Lapangan Golf

Bisnis Lapangan Golf kini menjadi bidang usaha yang cukup menjanjikan

Setiap cabang olahraga tentu membutuhkan arena bermain atau biasa kita sebut sebagai lapangan. Olahraga seperti sepakbola, futsal, basket dan sebagainnya membutuhkan lapangan dengan ketentuannya tersendiri. Ketentuannya disini termasuk seperti ukuran besar lapangan (panjang, lebar) serta pengaturan garis batas permainan.

Dalam aspek ukuran, lapangan golf tidak memiliki ketentuan/pakem yang dikhususkan seperti apa. Asal terdapat padang rumput luas dan diberikan lubang sebanyak minimal 9 dan maksimal 18, maka anda telah memiliki lapangan golf anda. Inilah yang menjadi karakteristik olahraga golf itu sendiri.

Memang ini terlihat seakan golf itu semacam olahraga tanpa aturan yang jelas, namun coba anda liat lebih dalam. Keindahan yang ditawarkan tiap-tiap padang golf menjadi keunikan olahraga golf sendiri. Belum lagi bisnis lapangan golf itu sendiri, tanpa perlu membangun bangku penonton, omset yang didapatkan para pengusaha lapangan golf bahkan bisa melebihi stadion sepakbola.

Standar Lapangan Golf

Suatu lapangan golf minimal memiliki 9 hingga 18 holes

Suatu lapangan golf minimal memiliki 9 hingga 18 holes

Sebagai olahraga yang dekat dengan kesan elegan dan eksklusif, golf menawarkan pengalaman bermain yang indah dan menyejukkan. Keunikan topografi tiap-tiap lapangan menjadikan olahraga golf selalu berhasil membantu para kalangan atas melepas stres. Meski tidak memiliki ketentuan khusus dalam lapangan, golf tetap punya standar yang perlu dipenuhi.

Yang paling utama yaitu untuk masalah holes/lubang. Dalam satu padang golf minimal terdapat 9-18 lubang, dan dalam satu hole bisa saja terdapat rumput yang dipotong pendek maupun dibiarkan tumbuh panjang. Untuk bagian dengan rumput pendek dinamakan fairway, sedangkan untuk sebaliknya dinamakan roughway.

Dalam suatu padang golf, biasanya juga terdapat bunker dimana area tersebut dipenuhi pasir. Keberadaan bunker inilah yang memubuat bermain golf menjadi semakin menantang. Karena apabila bola mendarat di suatu wilayah dimanapun itu (fairway,roughway,bunker) pemain tidak diperkenankan untuk memegang bola kecuali dipukul menggunakan stick.

Dari keunikannya inilah maka mendesain maupun membangun bisnis lapangan golf kini menjadi salah satu pilihan pekerjaan dengan omset yang lumayan menjajikan.

Persyaratan Untuk Membangun Bisnis Lapangan Golf

Bisnis Lapangan Golf kini menjadi bidang usaha yang cukup menjanjikan

Bisnis Lapangan Golf kini menjadi bidang usaha yang cukup menjanjikan

Hingga saat ini, Indonesia telah tercatat memiliki 150 lapangan golf menurut data Kementrian Pariwisata. Bukan jumlah yang banyak memang jika dibandingkan dengan bisnis lapangan futsal, basket, sepakbola atau badminton. Namun mengingat biaya operasional yang cukup tinggi, saya rasa ini jumlah yang cukup banyak.

Untuk itu, dalam meningkatkan kualitas, pelayanan dan pengelolaannya, pemerintah kini telah menetapkan peraturan yang diperuntukan bagi setiap penggiat usaha lapangan golf. Dalam peraturan tersebut Kementrian Pariwisata mengatur tentang staandar yang harus dipenuhi oleh semua tepat penyewaan lapangan golf di Indonesia.

Ketentuan yang telah disetujui dan ditandatangani Menteri Pariwisata, Arif Yahya tersebut disebut ‘Peraturan Menteri Pariwisata RI Nomor 7 Tahun 2015’. Dan dalam peraturan yang membahas tentang Standar Usaha Lapangan Golf tersebut telah berlaku terhitung sejak 20 April 2015.

Dalam Peraturan Menteri Pariwisata RI no.7 Tahun 2015 tersebut, pemerintah mewajibkan kepada penyedia jasa untuk menyediakan jasa pelayanan makan dan minum. Tentunya, suatu usaha lapangan golf harus memiliki badan hukum serta wajib memiliki sertifikat. Sertifikasi suatu lapangan harus mengacu kepada standar, baik kualifikasi maupun klasifikasi yang mencakup aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan.

Sertifikat bisa saja dinyatakan tidak berlaku jika pemilik usaha lapangan golf tidak memperbaiki dan melengkapi kekurangan yang ada. Dengan kata lain, lapangan tersebut dinyatakan tidak resmi dan pemilik tersebut tidak berhak utuk menjalankan usaha lapangan golf tersebut.

Pemerintah pusat dan dan pemerintah daerah melaksanakan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan dan pemenuhan standar sesuai kewenangannya. Dan setiap pengusaha lapangan golf yang melanggar ketentuan dapat dikenakan sanksi dari yang bersifat administratif hingga pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata Usaha Lapangan Golf.